Rajiun Mampu Bawa Mubar Jadi Daerah Mandiri

2380

MUNA BARAT,SULTRA.NUL-NUL.COM- Lima tahun sudah, Kabupaten Muna Barat (Mubar) mekar dari Kabupaten Muna dengan status sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).Berbagai tantangan telah dilewati,mulai dari proses jalannya pemerintahan,pembangunan dan pengambilan kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat.

Dari berbagai tantangan itulah, Kabupaten Mubar mulai menunjukan wajahnya. Di bawah kepemimpinan LM.Rajiun Tumada, Mubar mampu bangkit dari keterpurukan.
Terpuruk karena sentuhan pembangunan pemerintah Kab.Muna pada saat itu (sebelum mekar)  tidak mampu menjawab keinginan rakyat.

Namun lewat tangan dingin LM.Rajiun Tumada, kini Mubar dianggap sebagai DOB yang cukup sukses menjalankan proses pemerintahan, baik itu dimata Pemerintah Provinsi maupun di Mata pemerintah Pusat.

Pj.Bupati Mubar,LM.Rajiun Pada saat itu menitip beratkan program pembangunan pada peletakan infrastruktur dasar.
Menurtnya dengan adanya infrastruktur dasar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Mubar.

Mulai tahun 2014 sampai tahun 2017 pembangungan infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan Ringroad (jalan lingkar laworo) pembukaan Jalan Baru, pembangunan jembatan,irigasi dan pembangunan pasar rakyat mulai di rasakan masyarakat mubar.

Dalam perjlanannya tahun 2017 Mubar melakukan pemilihan kepada daerah, dan LM.Rajiun tumada bersama Achmad Lamani tapil sebagai kandidat petahana dengan akronim Rahmatnya Mubar dan mampu merebut suara terbanyak.

Dalam proses pemerintahan sebagai Bupati Mubar defenitif ,LM.Rajiun Tumada dan Achmad Lamani tetap konsisten pada program awal yaitu menuntaskan pembangunan infrasteuktur dasar.Program tersebut cukup berhasil dan mampu dirasakan oleh masyarakat.

Selain program infrastruktur Bupati Mubar juga terus menggenjot program peningkatan pelayanan kesehatan dengan membangun RSUD Mubar dan pembangunan beberapa puskesmas plus akreditasi puskesmas.

Di bidang pendidikan, Akronim Rahmatnya Mubar memberikan bantuan seragam sekolah gratis dari SD dan SMP sekabupaten mubar.
Pembangunan kantor Dinas pendidikan dan rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang di anggap sudah tidak layak untuk digunakan.

Terobosan LM.Rajiun itu mampu membawa Mubar sebagai daerah yang cukup berhasil di banding DOB lainnya.
Berdasarkan Hasil evaluasi Kementrian Dalam Negeri semester satu Pemda mubar mendapat nilai 88,5 dan semester dua pemda Mubar mencapai nilai terbaik dengan angka 90. Nilai tersebut merupakan nilai yang tertinggi dibanding dua DOB lainya di wilayah Sultra yakni Buton Tengah dan Buton Selatan.

“Efaluasinya dilakukan setiap tahun sejak di mekarkan menjadi DOB. Semester satu itu kita mendapat nilai 80,5 dan tahun ini mendapat nilai 90 keatas. Dari tiga DOB Mubar tertinggi”,jelas Kabag pemerintahan Setda Mubar,Haerun saat di temui diruang kerjanya,senin (29/10/2019).

Haerun menyampaikan bahwa hasil tersebut di nilai berdasarkan 10 indikator DOB, salah satunya yakni  penyelenggaraan pemerintahan, capayan kinerja dan rasio dan kualitas aparatur penyelenggara pemerintahan.

“Indikator lain selain 10 item itu yakni Secara berturut turut kita mendapat WTP sebanyak tiga kali kemudian Mubar sudah tuntas soal aset, Mubar memiliki Perda RTRW, dan tahun lalu telah melakukan penambahan PNS”,tutrnya.

Atas perolehan tersebut, Mubar naik status dari DOB menjadi daerah Otonomi artinya dianggap sebagai daerah yang bisa mandiri.

“Selama ini kan, Mubar masih di bawah pengawasan Pemerintah pusat karena statusnya masih DOB. Nah, sekarang kita menjadi daerah otonomi, artinya Mubar dianggap sudah menjadi daerah mandiri”,terang Haerun.

Bukti bahwa Mubar di anggap mandiri ditandai dengan adanya Panggilan bupati Mubar LM.Rajiun Tumada oleh Kemendagri,Nomor : T.005/5940/Otda. Perihal penyerahan sertifikat dari Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi daerah otonomi.
“Undangannya bersama Muna Barat, Buton Selatan dan Buton Tengah”,terangnya.

Capaya itu merupakan sebuah prestasi yang sangat luar biasa buat masyarakat, Pemda Mubar khususnya Bupati Mubar LM.Rajiun Tumada sebagai penggerak program pembangunan di Mubar. Kesungguhan dalam membangun Mubar membuahkan hasil, dari Mubar yang terpuruk mampu bangkit sebagai daerah yang cukup berkembang. Dari DOB menjadi Daerah otonomi dengan hasil yang cukup memuaskan artinya Selama kepemimpinan lima tahun Rajiun dan Achmad Lamani mampu membawa Mubar sebagai daerah yang mandiri