Korporasi Mengintai Ribuan Lahan Masyarakat Mubar

2388
Puluhan masyarakat Desa tangkumaho dusun tolimbo,kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (Mubar) saat melihat barang bukti Buldoser berwarna kuning yang telah dipasangkan garis polisi.Buldoser ini di gunakan untuk menggusur lahan masyarakat oleh orang tak dikenal.

MUNA BARAT,SULTRA.NUL-NUL.COM – Masyarakat Dusun Tolimbo Desa Tangkumaho Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (Mubar) di gegerkan dengan adanya penggusuran lahan yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal. Sekitar ribuan pohan tanaman masyarakat seperti jambu mete, kayu jati, pohon kelapa dan tanaman lainnya roboh akibat digusur buldoser.

Pengrusakan tanaman masyarakat itu diketahui sejak sejak Senin 28 Oktober 2019 oleh petani yang berkebun disekitar wilayah tersebut.saat melihat kondisi dilapangan ratusan masyaralat terlihat Risau campur emosi nampak diwajah-wajah mereka.Para pemilik lahan hanya bisa menyaksikan tanaman mereka tumbang berserakah di hantam tajamnya mata buldoser. Rasanya mereka ingin meluapakan emosi itu,tapi entah sama siapa, hanya sebuah alat berat yang penuh dengan besi keras berwarna kuning yang terpampang di depan mata.

“kita tidak tau pak,siapa pelaku utamanya. Berdasarkan informasi kemarin itu ada salah satu masyarakat yang menghentikan penggusuran.Katanya saat itu ada empat orang yang ada di lokasi,sopir di temani satu orang diatas buldoser kemudian ada lagi satu mungkin pengawas, satu orang katanya dari pegawai kehutanan”, terang Halimin saat di temui di lokasi kejadian, rabu (30/10/2019).

Masyarakat yang tergabung dalam FRNKB bersama pemerintah setempat,yakni Camat dan Kepala desa saat meninjau penggusuran lahan masyarakat di desa tangkumaho dusun tolimbo yang dilakukan orang tak dikenal

Beberapa masyarakat hanya bisa menyaksikan pohon jambu mereka yang sudah mulai berbuah terhampar layu dikena panasnya mentari setelah di gusur menggunakan buldoser.Tentu kerugian cukup lumayan banyak,karena ada sekitar ratusan pohon jati yang tumbang belum lagi jambu yang sudah mualai berbuah.

Baca Juga:  Muna Barat Masuk Kabupaten Terbaik Nasional Dalam Pemanfaatan APBD

“Masyarakat sangat dirugikan pak, Pohon jati,jambu mente yang sebntar lagi sudah mulai di panen di tumbangkan”,kesalnya masyarakat.

Luas lahan masyarakat yang di rambah oleh orang yang misterius itu kurang lebih Tiga meter dan panjang kurang lebih empat kilometer. Ada dugaan kuat masyarakat dan pemilik lahan setelah melihat kondisi kondisi dilapangan yakni ada keterlibatan korporasi dalam penggusuran lahan untuk menetukan batas lahan yang mereka klaim.

“Ada dugaan pak. Mungkin ini penetuan tapal batas areal korporasi dengan menggunakan satelit ,jadi sembarang mereka menggusur.Karena kalau untuk jalan tidak mungkin langsung serobot lahannya masyarakat,pasti disampaikan kepada pemerintah,apalagi didalamnya ada tanaman masyarakat”,jelas beberapa masyarakat saat melihat kondisi dilapangan.

Berdasarkan pernyataan beberpa masyarakat yang telah lama berkebun diwilayah Tolimbo bahwa di sebelah barat memang ada riwayat Korporasi yang mengklaim memiliki hak tanah tersebut, tepatnya bagian barat dari tempat penggusuran.

“informasi dari masyarakat ada dulu Korporasi mengklaim lahan disini, tapi sudah lama,ia kita gak tau tahun berapa, tapi lahannya itu sekitar 1.600 Hektar luasnya,tapi ini hanya sebatas dugaan”,ujarnya.

 

 

Salah seorang masyarakat desa Tangkumaho Dusun Tolimbo, pemilik lahan yang di gusur oleh orang tak dikenal menunjukan bukti pembayaran PBB tqhun 2019.

Halimin mengaku bahwa lahan tersebut mulai dikebuni sejak tahun 2004. Namun masyarakat mulai di kenakan pembayaran pajak sejak tahun 2010 sampai sekarang. Masyarakat yang berkebun disini itu berasal dari beberpa deaa di Kecamatan Napano Kusambi seperti,Desa Kombikuno, Desa Latawe dan Desa Tangkumaho.

“kalau melihat status lahan ini kepemilikannya jelas. Petani selama sembilan tahun ini sudah membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).Jadi siapapun pelakunya, mau korporasi atau individu kita akan lawan. Sebab ini bentuk neokolonialisme yang telah merampas hak-hak masyarakat”,tegasnya

Baca Juga:  Adik Bupati Mubar Resmi Pimpin DPRD Mubar

Masalah ini memang dianggap sangat krusial karena akan mempertaruhkan masa depan ratusan para petani yang memiliki lahan di wilayah tersebut.

“Kalau memang dugaan kami benar ada korporasi yang bermain dalam maka ratusan masyarakat terancam kehilangan lahan pertanian”,katanya.

Sementara itu, para aktivis dan beberpa elemen masyarakat mulai melakukan gerakan lewat Forum Rakyat Napano Kusambi (FRNKB). Mereka telah membuat posko di tempat kejadian dan menyita alat satu uni alat berat yang digunakan saat menggusir lahan masyarakat.

Ketua FRNKB, La Ode Ilham Efendi, akan melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Muna untuk mengungkap siapa pelaku utama penggusuran lahan masyarakat.

“Pelaku pengrusakan kita belum tau, kami akan melakukan langkah hukum. Harapannya ialah pelaku pengrusakan dapat diungkap oleh pihak berwajib”,tegasnya.

Ilham mengaku sebenarnya masalah yang mendera petani ini sudah melaporkan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Kusambi. Namun Polsek Kusambi menolak dengan alasan laporannya harus disampaikan orang per orang.

“Kita tidak mau seperti itu. Laporan kita harus atas nama FRNKB. Karena itu kasus ini kita akan laporkan kembali di Polres Muna,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor Kusambi, Ipda Abdul Hasan membantah kalau Polsek Kusambi menolak laporan FRNKB.

Baca Juga:  Disduk Capil Mubar Atasi Kekurangan Blangko KTP-Elektronik Dengan Suket

“Kita siap menerima laporan masyarakat terkait pengrusakan tanaman petani ini,” singkatnya.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Muna Barat (Mubar ) Sulawesi Tenggara, Rahman, menilai langkah Kepolisian Sektor (Polsek) Kusambi lamban dalam menangani kasus pengrusakan tanaman petani di Desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi.

Ketgam : Anggoata DPRD Mubar dari Partai PPP Rahman mengecam tindakan pengrusakan lahan masyarakat desa tangkumaho dusun tolimb, kecamatan Napano Kusambi,Kabupaten Muna Barat.

Harusnya kata kata Rahman, Polsek kusambi sudah ada melakukan langkah-langkah hukum terkait masalah ini. Pasalnya, kasus ini sudah bergulir di masyarakat sejak kemarin.

“Saya nyatakan tidak percaya dengan Polsek Kusambi. Polsek Kusambi lambat bekerja dalam rangka merespon kasus ini. Padahal masalah ini telah bergulir sejak Selasa kemarin,” jelas Rahman ketika memberikan keterangan pers di lokasi.

Kata dia, mestinya aparat penegak hukum bertindak cepat. Alasannya kasus ini rentan memicu kemarahan masyarakat petani pemilik lahan.

“Masyarakat sudah menahan diri. Tapi kesabaran itu ada batasnya. Jika masyarakat sudah berada diluar kesabaran maka akan terjadi pertumpahan darah,” ujarnya.

Rahman menjelaskan kegiatan pengrusakan tanaman petani ini dilakukan secara ilegal. Ia berdalih kegiatan tersebut tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah Mubar.

“Kalau kasus ini tidak tuntas maka akan diusulkan untuk ditanggapi secara kelembagaan oleh DPRD Mubar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kusambi, Ipda Abdul Hasan mengatakan perihal kasus ini pihaknya turun langsung dilapangan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman.

“Kita juga siap menerima laporan masyarakat untuk kemudian dilakukan langkah hukum,” tegasnya.