Gelar Operasi Zebra, Polres Muna Fokus di Dua Wilayah

7408

 

Kasat Lantas Polres Muna : Iptu Muhammad Fajar Arifin (foto Net)

MUNA,SULTRA.NUL-NUL.COM- Polres Muna gelar Operasi Zebra Anoa mulai tanggal 23 Oktober sampai tanggal 5 November tahun 2019. Dalam Operasi tersebut Polres Muna Fokus di Dua wilayah besar yakni Muna dan Muna Barat (Mubar).

“Wilayah Hukum Polres Muna kan ada tiga wilayah besar, Muna,Mubar, dan Buton Utara (Butur) namun karena kondisi waktu yang sangat singkat, kami lebih fokus Di dua wilayah yaitu Muna dan Mubar, kalau Butur Nanti menyesuaikan”,terang Kasat Lantas Polres Muna, Iptu Muhammad Fajar Arifin,melalui telepon selulernya,rabu (23/10/2019).

Iptu Muhammad Fajar Arifin mengatakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Muna dan Mubar dalam berlalulintas sangat rendah, hal itu terbukti tiap tahun jumlah pelanggar Lalulintas di dua wilayah tersebut terus meningkat.

Baca Juga:  RUU KUHP Dinilai Langgar HAM, Langkah Jokowi Tunda Pengesahan Tepat

“Jumlah Lakalantas di Muna dan Mubar itu terus meningkat, makanya melalui operasi Zebra ini kita harapkan bisa menumbuhkan kesadaran agar lebih menaati aturan Karena dengan begitu keselamatan kita saat berkendara pun dapat terjamin,” terangnya.

Selain kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, Polres Muna juga menyasar pengendara motor di bawah umur. Pasalnya banyak pengendara di bawah umur sering ugal-ugalan dalam membawa kendaraan.

“Itu dapat membahayakan keselamatan orang lain dan anak itu sendiri. Makanya peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak mereka”,tegas Fajar Arifin.

Kasat Lantas Polres Muna ini menambahkan, selain pengendara di bawah umur, yang menjadi prioritas penindakan dalam operasi zebra adalah Pengemudi dalam Pengaruh Alkohol atau Minuman keras. (Mabuk)

Baca Juga:  Pakar Hukum Minta Pasal 217 sampai 220 Dihapus di RKUHP

“Untuk itu kita himbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan dalam keadaan mabuk”,tuturnya.

Kasat Lantas juga meminta kepada seluruh masyarakat di wilayah hukumnya agar setiap individu masyarakat menanamkan rasa kesadaran dalam diri masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab dalam berlalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas di lingkup keluarga dan soaial kemasyarakatan.

“Jadilah pelopor keselamatan lalulintas dalam diri sendiri,keluarga dan lingkungam sosial dan jadikanlah tertib berlalu-lintas sebagai bagian dari kebutuhan,” ucapnya.

Berikut beberapa Point Perioritas penindakan dalam operasi Zebra 2019:
1). Pengemudi tidak menggunakan Helm STANDART SNI,
2).Tidak Menggunakan Safety BELT atau Sabuk keselamatan,
3). Mengemudian kendaraan melebihi batas kecepatan / balapan Liar,
4). Pengemudi dalam Pengaruh Alkohol atau Minuman keras.
5). Pengemudi tidak memiliki SIM ( Surat izin Mengemudi ) dan tidak dapat menunjukkan STNK ( Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ) yang SAH,
6). Pengemudi Menggunakan Hp ( Hand Phone ) saat berkendara ,
7). Pengemudi Di bawah Umur.
8). Pengemudi melawan Arus atau melanggar Rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga:  Gempa Bumi Guncang Kota Raha, Tak Berpotensi Tsunami

Untuk di ketahui Operasi Zebra Anoa 2019, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Muna menurunkan sebanyak 35 personel dengan bantuan beberapa anggota Dinas Perhubungan dan Polisi Militer.