Forum Kita :Intimidasi Aparat Kepolisian Kepada Jurnalis Bentuk Pembangkangan Terhadap Amanat Reformasi

6259
Ketgam : Pengurus Forum Kuli Tinta (Forum Kita) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Dari kari, Muhamad Nur Alim,Laode Pialo, La Ode Biku,Hasmid Kaeta,rabu (23/10/2019). (Dok.Forum Kita)

 

MUNA BARAT,SULTRA.NUL-NUL.COM -Forum Kuli Tinta (Forum Kita) Kabupaten Muna barat (Mubar) nilai tindakan oknum aparat kepolisian terhadap sembilan jurnalis saat peliputan demo di Polda Sultra di kendari, pada hari selasa, 22 oktober 2019 merupakan bentuk pembangkangan terhadap amanat reformasi.

Menurut Kordinator Forum Kita, La Ode Biku intimidasi yang dilakukan oknum aparat kepolisian terhadap sembilan jurnalis sangat bertentangan dengan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Salah satu amanat reformasi itu adalah kebebasan pers. Tindakan intimidasi terhadap wartawan dapat membunuh kebebasan pers dalam menjalankan tugas Jurnalistik”,jelas Biku saat konferensi pers di sekertariat Forum Kita Mubar Rabu, (21/10/ 2019)

Laode Biku juga mengutuk oknum kepolisian yang melakaukan intimidasi terhadap kerja-kerja jurnaslis di Sultra.Ia meminta Kapolri melalui kapolda Sultra mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap Jurnalis.

Baca Juga:  Impor Ikan Frozen Pacific Mackerel Dikorupsi, KPK Amankan Rp 400 Juta

“Harus mampu memberikan efaluasi terhadap bawahannya untuk menjaga wibawa institusi Polri di mata Jurnalis. Sebab kalau tidak, Institusi Polri dianggap cacat di mata jurnalis”,tegasnya.

Lebih lanjut, Biku menyampaikan bahwa kasus intimidasi oknum aparat kepolisian terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas sudah terjadi berulang kali dan sampai saat korban intimidasi (Pers) belum mendapatkan keadilan.

“Ini juga bagian dari pekerjaan rumah institusi kepolisian, selain kasus-kasus lain.
Kalau kemudian itu tidak disikapi pimpinan Polri dalam hal ini Kapolda Sultra, maka institusi kepolisian sama saja menyetujui gerakan intimidasi tersebut”,tuturnya.

Apa lagi, lanjut mantan reporter getar sembilan Raha itu, salah satu tugas aparat kepolisian adalah mengayomi dan melindungi masyarakat untuk menegakan hukum, tetapi bukan untuk mengintimidasi. Polisi harus oto kritik terhadap kejadian itu.

Baca Juga:  Fildan dan Rajiun Tumada : Ujian Akal sehat kita

“Ini akan berdampak pada psikologi wartawan lain yang ada di Sultra termaksud di daerah khusunya Mubar. Olehnya itu Pimpinan Polri harus mengevaluasi oknum-oknum aparat kepolisian yang bertindak melawan hukum”, harapnya.

Sementara itu, Divisi Advokasi Forum Kita , Muhamad Nur Alim menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan dan mengecam berat oknum kepolisian yang sudah menghalang-halangi kerja jurnalis

“Jelas bentuk tindakan intimidasi terhadap 9 teman – teman wartawan dikendari sangat tidak patut dipertontonkan”, ucapnya

Divisi Advokasi Forum Kita, Mendesak Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam, mengusut dan memberi sanksi kepada anggotanya yang menghalangi kerja-kerja sejumlah jurnalis saat peliputan.

“Tindakan sejumlah oknum polisi yang menghalangi, mengintimadasi dan kekerasan terhadap jurnalis itu melanggar Pasal 18 ayat 1, Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers”,pungkasnya.

Baca Juga:  2 Ribu Pengendara Ojek Online Bakal Demo di DPR Besok

Untuk di ketahui sembilan jurnalis menjadi korban intimidasi dan persekusi aparat kepolisian, yakni, Ancha (Sultra TV), Ronald Fajar (Inikatasultra.com), Pandi (Inilahsultra.com), Jumdin (Anoatimes.id), Mukhtaruddin (Inews TV), Muhammad Harianto (LKBN Antara Sultra), Fadli Aksar (Zonasultra.com), Kasman (Berita Kota Kendari) dan Wiwid Abid Abadi (Kendarinesia.id).

Kebanyakan, mereka mendapatkan intimidasi, persekusi dan pelarangan peliputan saat polisi mengamankan sejumlah massa aksi.