Fildan dan Rajiun Tumada : Ujian Akal sehat kita

10445

MUNA BARAT,SULTRA.NUL-NUL.COM- Dalam rangka memeriahkan HUT Muna Barat ke 5, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat menyelenggarakan beberapa acara yang salah satunya adalah hiburan rakyat dengan mengundang artis artis dangdut Ibu Kota yaitu Fildan Rahayu dan Eri Suzan. Sejak tanggal 9 malam bertempat di rumah kediaman Bupati Muna Barat para artis tersebut menghimbur para masyarakat penggemarnya baik yang berasal dari Muna Barat, Muna, Buton Tengah dan daerah sekitar lainnya dan puncak hiburan tersebut adalah dilapangan Desa Guali Kec. Kusambi Kab. Muna Barat puluhan ribu masyarakat disaentero Pulau Muna tumpah ruah dilapangan tersebut menyaksikan artis idola mereka.

Eforia masyarakat yang hadir dalam acara hiburan rakyat tersebut sungguh diluar dugaan. Entah mengapa mereka berduyun duyun dengan penuh keikhlasan untuk hadir berdesak desakan dan dalam kondisi panas terik matahari hanya untuk mendengarkan lagu lagu yang dibawakan oleh fildan dan eri suzan. Mungkin jawaban yang sangat jamak kita dengar bahwa masyarakat memang sangat haus akan hiburan atau merupakan cara rakyat dalam mengapresiasi capaian prestasi Muna Barat ditahun ke 5. Entahlah biarkan rakyat yang menilai.

Baca Juga:  Gempa Bumi Guncang Kota Raha, Tak Berpotensi Tsunami

Bagi kita yang berdomisili dilingkup wilayah Sulawesi Tenggara tak asing lagi dengan sosok Fildan atau Fildan Rayahu atau La Fida nama kampungnya. Fildan Rahayu (lahir di Bakala, 27 September 1991; umur 28 tahun). Fildan adalah merupakan finalis D’Academy Musim Ke-4 asal Kota Baubau. Fildan anak dari pasangan La Suriadin dan Ibu Wa Hanika. Fildan terkenal berkat kepiawaiannya menyanyikan lagu India dan video penampilannya di D’Academy 4 di youtube menjadi viral.
Menjadi artis penyanyi dangdut barangkali bagi sebagian kita adalah hal yang biasa. Namun jejak Fildan untuk menjadi artis idola masyarakat seperti hari ini patut menjadi bahan permenungan bagi kita semua.

Fildan adalah contoh unik bagaimana seorang anak kampung yang melatih bakat alamnya, potensi dirinya yang terpendam untuk dapat menjadikannya dikenal seperti saat ini. Jejak kesuksesan fildan dalam blantika musik dangdut Indonesia adalah jejak panjang yang sedikit demi sedikit ditapak olehnya dengan penuh perjuangan, keringat dan bahkan air mata. Tak terhitung lagi pentas organ tunggal dalam skala kampung yang dia telah isi hanya untuk sekedar mendapatkan honor yang mungkin besarannya tak setimpal, namun bagi dia sebagai pelaku seni menghibur dan memberikam yang terbaik bagi penggemar setianya adalah yang utama ketimbang setumpuk uang semata.

Baca Juga:  Kesbangpol Mubar Amini Calon Kades Yang Gunakan Money Politik di Diskualifikasi

Saat ini Fildan kembali datang di Muna Barat untuk kali ke tiga guna menghibur masyarakat. Mungkin ada saja yang nyinyir soal ini mengapa harus fildan lagi, fildan lagi? namun itulah cara La Ode M. Rajiun Tumada dalam mengapresiasi seseorang yang berprestasi dalam mengharumkan nama Sulawesi Tenggara karena bagaimanapun Fildan hari ini telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara yang karenanya pula Sulawesi Tenggara dapat dihitung sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi baromoter dalam melahirkan pedangdut skala nasional maupun internasional.

Fildan dan Rajiun Tumada juga merupakan contoh bagaimana anak rakyat yang merintis karir dari bawah dan menapak prestasi nasional, yang membedakan fildan adalah penyanyi dangdut nasional dan Rajiun Tumada adalah karakteka nasional.

Baca Juga:  Masih di Percaya Duduk Di DPRD Mubar, La Kudja Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Jadi jika kita masih berakal sehat maka semua ini bukan tentang bagaimana bersenang senang ditengah nestapa atau bagaimana tentang upaya menggiring massa, namun lebih pada cara kita menghargai, mengapresiasi dan merawat prestasi setiap anak daerah yang telah berprestasi.
Apalagi dangdut adalah fenomena rakyat kebanyakan yang menembus batas batas primordial, batas suku, agama, ras atau bahasa. Cengkokan dangdut adalah pemuas dahaga rakyat yang rindu akan prestasi dan kesahduan lagu lagu fildan.

Bagi kita yang berakal sehat Fildan dan Rajiun Tumada adalah contoh nyata perjuangan anak rakyat dalam meraih mimpi dan menaklukan jurang serta barrier (hambatan) dalam meraih kesuksesan pada jalur karier masing masing.#Dirgayahu Muna Barat ke 5.