Ketua BEM FH dan FITK UHO Nilai Kepolisian Terkesan Lambat Tangani Kasus Meninggalnya Dua Mahasiswa UHO

5240
Jangan Lupakan Almarhum Randi dan Yusuf Kardawi (foto Net)

MUNA BARAT,SULTRA NUL-NUL.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian (FITK) Universitas Halu Oleo (UHO) menilai tindakan kepolisian terkesan lambat dalam menangani kasus gugurnya dua mahasiswa UHO Alm. Randi dan Yusuf pada demontrasi di kantor DPRD tanggal 26 september 2019 yang lalu. Hal tersebut disampaikan ketua Badan Eksekutif (BEM) Fakultas Hukum (FH) UHO,dan ketua BEM Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian (FITK) , saat melakukan pertemuan bersama ,Dekan FH UHO dan unsur pimpinan Polda Sultra dan juga Karoprovos Divpropam Polri, Brigjen.Pol Hendro Pendowo Di Polda Sultra pada tanggal 17 Oktober 2019 pukul 11:00-12:15 WITA di Polda sultra.

Dihadapan Karoprovos Divpropam Polri, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UHO, Sobirin Misbah Sihidi menyampaikan, perkembangan kasus dua almarhum mahasiswa UHO atas nama randy dan yusuf sama sekali tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

“Pihak Kepolisian belum mampu melegakan hati masyarakat terkhusus pihak keluarga Almarhum randy dan yusuf”, kata Irin (Nama sapaan) dihadapan unsur pimpinan POLDA Sultra dan Karoprovos Divpropam Polri Brigjen.Pol.Hendro Pendowo.

Baca Juga:  2 Ribu Pengendara Ojek Online Bakal Demo di DPR Besok

Menurut Sobirin Misbah Sihidi, sampai dengan hari ini, kamis tanggal 17 Oktober 2019 mahasiswa bersama masyarakat merasa, proses hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian belum menunjukan hasil yang memuaskan.Ini di karenakan Surat Pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang diberikan kepada PH Alm Randy masih berada pada tahap Penyelidikan.

“Kalau ini yang terjadi berarti secara Logika Kepolisian bahkan belum menetukan bahwa ini Peristiwa Pidana atau bukan”,tegas shabirin.

“Olehnya itu kami mengharapkan kepada semua pihak untuk membantu usaha teman-teman mahasiswa yang sedang mengawasi dan mengawal proses hukum yang sedang berlangsung dengan segala daya yang ada”,harapnya

Di tempat yang sama Ketua BEM FITK, Alif Ghazali, Meminta kepolisian lebih serius menangani kasus tersebut dan menindak secara tegas, sehingga tidak menimbulkan keresahan kepada keluarga korban, masyarakat maupun mahasiswa.

“Pihak kepolisian harus lebih serius dan lebih transparan kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Kemudian kami minta agar pihak kepolisian menindak seadil-adilnya pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam kasus penembakan yang menyebabkan meninggalnya dua saudara kami Alm. Randi dan Yusuf”,harapnya.

Baca Juga:  Hormati Adzan saat Bentrok, Anak STM: Tahan Dulu Woi, Gak Belajar Ngaji Lo?

Dalam proses penanganan kasus tersebut kata alif, pihak kepolisian harus mampu menunjukan kinerja terbaiknya karena selain menjalankan tugas sebagai penegak hukum ini juga bagian dari menguji nama baik instansi kepolisian.Jangan sampai kasus ini menimbulkan mosi ketidak percayaan terhadap aparat kepolisian.

“Nama baik Instansi kepolisian dipertaruhkan dalam penanganan kasus ini.Terlebih kasus ini terhitung sudah hampir sebulan sehingga bukan tidak mungkin jika kasus tidak segera diselesaikan dan pelaku tidak mendapatkan hukuman yang setimpal maka pihak kepolisian harus terima bahwa Mosi ketidakpercayaan kepada Institusi kepolisian itu selamanya akan menjadi kutukan dari masyarakat terkhusus kami sebagai mahasiswa”,tegasnya.

Terkait hal tersebut pihak Kepolisian RI melalui Karoprovos Divpropam Polri, Brigjen.Pol. Hendro Pendowo mengatakan pihak kepolisian Polda Sultra telah bekerja sesuai prosedur yang telah di tetapkan.tekait  proses penanganan kasus meninggalnya dua mahasiswa ini sementara  sedang dilakukan sidang kode etik.

“Polda Sultra telah melakukan sidang kode etik kepada 6 oknum polisi untuk menentukan apakah bersalah atau tidak secara etik/sop/tupoksi kepolisan pada hari H demonstrasi pada beberapa waktu yang lalu”,ujarnya.

Baca Juga:  Ketua DPR: RKUHP yang Simpel untuk Jawab Keinginan Jokowi

Pihak Kepolisian RI juga mengamini jika oknum aparat kepolisian yang sedang terperiksa (sidang kode etik/disiplin) yang berjumlah 6 orang itu tidak mengikuti apel siaga atau persiapan mengamankan aksi demontrasi pada tanggal 26 September 2019 yang lalu.

“Enam orang oknum polisi tersebut secara tiba-tiba masuk (ikut nimbrung) dalam barisan kepolisian yang bertugas hingga melakukan penembakan kepada mahasiswa dan akhirnya menyebabkan Randy dan yusuf meninggal”,terang Pendowo

Selanjutnya untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut pihak Kepolisian RI masih menunggu hasil uji balistik yang dibawa ke Australia untuk kepentingan berkas perkara, dalam hal ini barang bukti selongsong peluru.

“Hasil uji balistik insya allah akan segera keluar dalam beberapa hari kedepan sehingga status 6 oknum polisi tersebut bisa berubah status menjadi tersangka dan disidangkan kasusnya.Terkait informasi soal perkembangan kasus almarhum Randi dan Yusuf dapat di peroleh atau diakses melalui Kabid Humas Polda Sultra”,pungkasnya.